Disclaimer

Disclaimer
Perlu diketahui Jika pembaca ada hal yang perlu ditanyakan Silahkan menghubungi kami ke email admin yaitu fahrugunnardi@gmail.com.

BaBlogLo merupakan blog berita unik aneh dan lucu yang semua informasinya di dapat dari berbagai sumber berita di internet, Semua informasi di BaBlogLo diterbitkan dengan tujuan baik dan bertujuan berbagi informasi umum dan menghibur pembaca. BaBlogLo tidak menjamin mengenai kelengkapan, keandalan dan keakuratan informasi yang diberikan dan dipostingkan.

Setiap kegiatan atau tindakan yang pembaca lakukan pada informasi yang pembaca dapatkan di blog BaBlogLo adalah tanggung jawab pembaca sendiri.

BaBlogLo tidak akan bertanggung jawab untuk setiap kerugian dan / atau kerusakan sehubungan dengan pemakaian dan penggunaan informasi dari blog BaBlogLo.

Dari blog BaBlogLo, pembaca dapat mengunjungi situs-situs lain dengan mengikuti hyperlink ke situs eksternal atau sumber. kami tidak memiliki kontrol atas isi dan sifat situs tersebut. link ke situs-situs lain tidak menyiratkan rekomendasi untuk semua konten yang ditemukan di situs tersebut.

Pemilik situs dan konten dapat berubah tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu dan mungkin terjadi sebelum kita memiliki kesempatan untuk menghapus link yang mungkin telah ‘Rusak’.

Perlu juga diketahui bahwa ketika pembaca meninggalkan BaBlogLo, situs lain yaitu situs sumber mungkin memiliki kebijakan privasi yang berbeda dan berada di luar kendali kami.

Pastikan untuk memeriksa Kebijakan Privasi situs serta “Ketentuan Layanan” mereka DILARANG KERAS menyalin sebagian atau seluruh konten dari BaBlogLo kemudian mempublish kembali pada blog Anda atau forum yang Anda Ikuti tanpa menyertakan sumber aslinya.
Persetujuan

Dengan menggunakan situs kami, pembaca dengan ini setuju dengan disclaimer kami beserta dengan ketentuan-ketentuannya.

Jangan Posting Foto Tiket di Sosmed! Ini Alasannya (detiktravel)


Jakarta - Tidak sedikit traveler yang hobi memposting foto tiket pesawat ke sosmed. Demi keamanan kamu, ada beberapa alasan kenapa sebaiknya tidak melakukannya.

Ada banyak resiko keamanan yang bisa dialami traveler gara-gara memposting foto tiketnya di sosmed. Dihimpun oleh detikTravel dari berbagai sumber, Senin (12/10/2015) berikut adalah beberapa alasannya:

1. Bisa disalahgunakan

Sebuah foto yang sudah diposting di sosmed, otomatis akan dapat dilihat oleh seluruh pengguna internet di dunia. Bayangkan jika salah satu dari sekian orang yang melihat foto kamu punya niat jahat. Bukan tidak mungkin.

Sebuah tiket yang mencatat nama lengkap atau jadwal dan kode penerbangan kamu bisa saja disalahgunakan oleh orang lain. Seseorang bisa saja mencari tahu ke mana kamu akan pergi, atau bahkan mengubah itinerary dengan mengaku sebagai kamu. Bahaya kan!

2. Ada data diri

Dalam sebuah tiket, sudah pasti data diri Anda akan tercantum dengan jelas di dalamnya. Dengan mengetahui nama lengkap saja misalnya, seseorang dapat mengaku sebagai kamu dan memanfaatkannya untuk berbagai kepentingan.

Misalnya saja memakai nama kamu untuk membuat sebuah akun palsu yang nantinya bisa dipakai untuk menipu, atau mungkin saja mengakali liburan kamu dengan data diri yang ada di tiket. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

3. Memberitahukan keberadaan diri

Memposting tiket perjalanan kamu ke sosmed sama saja dengan memberitahukan seluruh dunia perihal tujuan kamu. Bisa saja mantan, fans, hingga bos kamu di kantor tahu akan keberadaanmu. Bisa lain cerita urusannya!

Dengan mengetahui keberadaan kamu, siap-siap saja dimintai oleh-oleh dan berbagai hal lainnya. Intinya liburan kamu malah jadi tidak nyaman apabila banyak orang yang tahu kamu ke mana. Lain halnya kalau kamu ingin semua orang tahu ke mana tujuan liburanmu.

4. Mengundang kejahatan

Dengan mengetahui kamu pergi liburan melalui postingan tiket di sosmed, bisa jadi ada orang yang memanfaatkannya untuk kejahatan. Saat pergi liburan, mungkin saja rumah kamu kosong dan mengundang orang yang tidak diinginkan. Misalnya saja pencuri.

Intinya ada banyak selah yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain apabila kamu memposting foto tiket di sosmed. Untuk menghindari masalah, sebaiknya kamu tidak memposting foto tiket ke sosmed. Nikmatilah liburan dengan rasa aman.

Direktur Kaya Raya Ini Kini Jadi Gelandangan, Tak Punya Uang Sepeserpun (jpnn.com)

GELANDANGAN yang berkeliaran di Seabrook, Texas, Amerika Serikat ini bukan gelandangan biasa. Dia pun menjadi buah bibir masyarakat di sana. Dia adalah Sharafat Khan yang sebenarnya kaya raya dan kini menggelandang di depan rumah mewahnya sendiri. Khan jadi gelandangan karena diusir istrinya sendiri, Shahnaz. 
Penampilan Sharafat Khan, 69, tak ubahnya seperti gelandangan. Kumal dengan rambut dan cambang yang tak rapi. 
Setiap hari dia berkeliaran di depan rumah mewah. Hunian tersebut bukan tempat penampungan. Itu adalah rumah Khan sendiri. Dia di­depak dari "istananya" oleh sang istri, Shahnaz, 61. 
"Dia selalu mengenakan baju yang sama (selama enam bulan ini, Red). Baju tersebut kotor dan dia tidak bisa mengakses kamar mandi serta tak bersepatu," ujar Debbie Scoggins, seorang tetangganya. 
Hubungan Khan dan Shahnaz pada awalnya baik-baik saja. Namun, enam tahun belakangan ini mereka terus-menerus bertengkar hebat. 
Entah karena sudah muak atau apa, enam bulan lalu Shahnaz mengusir Khan dan mengganti semua kunci pintu rumah. Otomatis Khan tak bisa masuk. Saat diusir, Khan yang tercatat sebagai direktur perusahaan Kahn Investments LLC itu tidak membawa uang sepeser pun. 
Selama ini Khan mendapatkan makan dari belas kasihan warga. Beberapa penduduk memberi dia selimut. Namun, itu justru membuat Shahnaz berang. Dia memasang papan peringatan yang melarang warga sekitar memberi Khan makanan. 
"Jika kalian ingin memberinya makan, bawalah dia ke rumahmu. Jika kalian ingin, kalian bisa membawanya tinggal di rumahmu. Terima kasih atas simpati kalian, tapi jangan membawa apa pun ke rumah ini." Demikianlah ancaman Shahnaz lewat pengumuman tertulis yang ditempel.
Sejak Khan menggelandang di depan rumah, polisi dibuat sibuk. Sudah ada sekitar 30 panggilan yang masuk terkait dengan Khan. Rata-rata penduduk khawatir dengan kondisi pria yang berada di luar selama berbulan-bulan itu. 
Mereka takut Khan meninggal karena kondisinya sangat lemah dan sudah sulit berjalan. Terlebih, saat ini kondisi cuaca mulai dingin. Mereka tidak bisa memberikan selimut karena dilarang Shahnaz. 
Pihak kepolisian tidak bisa melakukan apa pun. Sebab, rumah seharga USD 1,3 juta (sekitar Rp 17,9 miliar) tersebut dia­tasnamakan Khan dan istrinya. Shahnaz bersikukuh tak mengizinkan Khan masuk. 
Sebaliknya, Khan tidak mau dibawa pergi. Dia lebih suka berkeliaran di depan rumahnya. 
Khan sebenarnya memiliki dua anak. Namun, entah bagaimana, kedua anaknya tidak melakukan apa pun. Beberapa kerabat dan kenalan Khan sudah menawarkan tempat tinggal. Termasuk menginap di hotel. Namun, Khan menolak semua tawaran itu. 
"Saya tinggal di properti saya sendiri. Saya memiliki ikatan dengan rumah ini. Saya bisa tinggal di lantai di sebelah sana," ujar Khan. 
Biasanya Khan tidur dengan berselimut selembar kain tipis di bawah pepohonan depan rumahnya. Kadang-kadang dia memutar ke halaman belakang dan tidur di dekat kolam renang. 
Khan maupun istrinya memiliki alasan tersendiri terkait pertengkaran mereka. Khan berdalih bahwa istrinya ingin mengambil alih semua harta yang mereka miliki. Dia tak bisa membayar pengacara karena seluruh uangnya berada di dalam rumah. 
"Dia (Shahnaz) tidak ingin menyerahkan separo kekayaannya," ujar Khan. 
Namun, versi salah seorang putra Shahnaz berbeda. Dia mengatakan bahwa sang ibu sudah terlalu lelah menghadapi ayahnya yang sering mengajak bertengkar. (DailyMail/Khou/WPTV/sha/c10/ami)

Risiko Memanaskan Motor Ketika Lampu Menyala

Liputan6.com, Depok - Memanaskan sepeda motor menjadi rutinitas pemotor setiap hari. Namun, tahukah Anda bila memanaskan sepeda motor tak sembarangan. Bila salah, justru membuat komponen seperti lampu rusak.

Sebagaimana diutarakan Dikky Sudrajat, Kepala Mekanik AHASS Kukusan, Depok, tidak banyak yang tahu bahwa memanaskan motor dalam keadaan lampu menyala sebetulnya salah. Dalam artian bila sinar lampu menyorot langsung ke dinding.
Pasalnya, jika terlalu dekat pancaran sinar ke dinding akhirnya akan kembali memantul ke reflektor. Lambat laun, kondisi itu berpotensi merusak reflektor. Itu artinya, motor yang telah mengaplikasi fitur automatic headlamp sebenarnya tidak masalah dalam memanaskan motor hanya saja jaraknya diatur.

"Posisi motor saat dipanaskan tidak bisa berhadapan dengan tembok, nanti cahaya lampunya mantul. Akibatnya reflektor lampu meleleh, apalagi kalau memanaskan sepeda motor dalam waktu yang lama," ujar Dikky saat ditemui Liputan6.com Rabu (7/10/2015).

Tak cuma tembok, Dikky pun menyarankan untuk tidak menutup lampu saat mesin dipanaskan. "Biasanya kan kalau musim hujan, jas hujannya ditaruh menutupi lampu, lalu motor dinyalakan. Itu juga tidak boleh dilakukan," tambahnya.

Nah, atas dasar itu, Dikky menyarankan untuk tidak memanaskan sepeda motor berhadapan dengan tembok. Bila terpaksa, jaga jarak antara posisi lampu dan tembok.

"Jarak aman idealnya satu meter dengan durasi memanaskan motor maksimal 5-10 menit," tutupnya.

(rio/gst)